Kamis, 11 April 2019

Budidaya Ikan Sidat



Ikan sidat atau biasa dikenal dengan sebutan ikan unagi bagi masyarakat Jepang merupakan ikan air tawar yang masih satu keluarga dengan ikan belut. Dengan tekstur tubuh yang hampir sama dengan belut, membuat ikan ini menjadi salah satu ikan yang paling banyak digemari oleh masyarakat Jepang, hingga banyak masyarakat Jepang yang menginginkan ikan ini untuk dikonsumsinya. Budidaya ikan sidat sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dari jenis ikan lain. Perbedaannya terletak pada perlakuan agar ikan ini tidak terlalku kena cahaya.

Hal ini menjadi tantangan menarik untuk para pembudidaya ikan sidat. Karena dituntut untuk lebih kreatif menciptakan lingkungan yang baik untuk ikan sidat. Karena akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan sidat itu sendiri.
Sebelum memulai pembudidayaan ikan sidat. Sebaiknya memperhitungkan hal-hal berikut ini agar bisa mendapatkan kualitas yang bagus dan cepat panen. Diantaranya adalah :

Suhu Pada Kolam

Suhu Kolam ikan sidat harus kamu perhatikan secara cermat. Suhu kolam yang paling baik untuk membudidayakan ikan sidat berkisar 28 – 30 derajat celcius. Sebaiknya mencari lokasi yang sedikit teduh untuk mendapatkan hasil ikan sidat yang berkualitas bagus.
Suhu kolam memiliki pengaruh besar pada tingkat kematian ikan sidat. Dikarenakan hal ini dapat menyebabkan ikan tidak nafsu makan dan sangat mudah untuk terserang penyakit. Salah satu ciri suhu kolam yang tidak teratur adalah bergerombolnya ikan di salah satu sisi kolam.
Untuk menjaga kestabilan suhu pada kolam, gunakan tanaman eceng gondok dan gunakan juga sekam padi sebagai alas kolam. Eceng gondok berfungsi sebagai penetral pada saat suhu panas. Sedangkan sekam padi berfungsi sebagai isolator saat suhu sedang dingin.

Tingkat pH Pada Air

Tingkat pH yang sangat cocok untuk budidaya ikan sidat adalah berkisar antar 7-8.  Mengukur PH air yang paling mudah adalah dengan menggunakan kertas lakmus atau menggunakan pengukur pH lainnya. Bila menggunakan kertas lakmus, cukup memasukan kertas lakmus kedalam air, kemudian diamkan beberapasaat dan perhatikan perubahan warnanya.
Jika kertas lakmus berubah warna menjadi merah itu menunjukan kadar  pH dalam air tersebut terlalu asam ( acid ). Kemudian jika kertas lakmus berubah warna menjadi hijau, itu menunjukan kadar pH dari air tersebut terlalu basa ( alkali ). Terakhir jika kertas lakmus berubah warna menjadi kuning, itu menunjukan kadar  pH dalam air adalah netral dan ini adalah kondisi yang baik untuk ikan sidat.


Kandungan OksigenTerlarut

Kandungan oksigen dalam air mempengaruhi proses penyerapan makanan oleh ikan sidat. Jika kandungan oksigen dalam air kurang, akan menyebabkan kolam memiliki aroma bau tak sedap. Untuk membudidayakan ikan sidat, dibutuhkan kandungan oksigen 1 – 2,5 ppm. Hal yang dapat mempengaruhi kandungan oksigen meliputi suhu, tekanan air, dan kemurnian air.
Kebutuhan Nutrisi

Nutrisi untuk ikan sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Ikan sidat pada umumnya membutuhkan nutrisi seperti lemak, karbohidrat, protein, mineral dan juga vitamin. Ini menjadi penting untuk kamu cermati karena 50 – 70% biaya budidaya adalah untuk pakan dan nutrisi.
Jika nutrisi pada ikan sidat terpenuhi maka akan dengan mudah mendapatkan kualitas ikan sidat yang baik. Semakin baik kualitas ikan sidat maka semakin tinggi juga nilai jualnya. Vitamin untuk ikan sidat bisa diperoleh secara online dengan mudah.

Cara Budidaya Ikan Sidat

Setelah mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan, untuk membudidayakan ikan sidat agar cepat panen dan memiliki kualitas yang bagus. Saatnya memulai proses budidaya ikan sidat dengan tahapan sebagai berikut.

Persiapan Kolam

Ada 2 jenis kolam dalam membudidayakan ikan sidat yang populer. Yaitu kolam beton dan Kolam terpal
  • Kolam Beton : Siapkan kolam beton berukuran panjang 2 meter dan lebar 2m dengan tinggi 0,8 meter. Kemudian isikan dengan air setinggi 0,4 meter dengan debit air sekitar 15 liter /menit.
  • Kolam Terpal : Siapkan kerangka kolam dapat menggunakan besi ataupun kayu. Untuk sisinya buat pagar dari bambu atau kayu. Letakan alas sebelum memasang terpal. Alas dapat berupa sekam padi ataupun karpet, yang terpenting hindari dari benda tajam agar terpal tidak sobek. Kemudian pasang terpal dan ikat pada kerangkanya.


Jenis kolam masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kolam beton lebih praktis dalam pembuatannya dibandingkan dengan kolam terpal. Namun kolam terpal memiliki suhu yang cenderung lebih stabil dan memudahkan ketika panen.
Penebaran Benih

Dalam budidaya sidat ada tiga tahapan yang perlu anda perhatikan, yaitu tahapan pendederan 1, pendederan 2 dan tahap pembesaran. Kami mengklasifikasikan berdasarkan tahapan tersebut karena untuk memudahkan kita dalam mempercepat laju pertumbuhan ikan sidat.

Benih ikan sidat yang baik untuk ditebar berukuran minimal 0,17 gram /ekor. Penebaran benih sidat yang paling baik adalah pagi hari. Ini karena pada pagi hari suhu air masih rendah dan bertujuan agar benih ikan sidat tidak mengalami depresi.

Benih ikan sidat yang ingin ditebar sebelumnya harus diadaptasi terlebih dahulu agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan kolam. Caranya adalah :
  1. Masukan plastik yang berisi benih ikan sidat kedalam kolam dan diamkan beberapa saat
  2. Buka plastik dan biarkan bibit ikan sidat keluar secara perlahan-lahan agar bibit tumbuh dengan baik, sebaiknya gunakan perhitungan 1 liter air = 6 ekor. Proses adaptasi harus dilakukan secepat mungkin sesaat setelah benih ikan sidat sampai. Ini agar ikan sidat bisa beradaptasi dan juga dapat memakan pakan buatan. Karena makanan sebelumnya adalah berupa pakan heterogen.


Tahapan ini dilakukan sampai benih ikan sidat kira-kira memiliki bobot 10 gram /ekornya. Lakukan pengamatan rutin seperti kebersihan kolam dan pemberian pakan secara teratur.

Pembesaran Ikan Sidat

Pada tahapan ini yang dilakukan adalah proses pembesaran ikan sidat. Proses ini memiliki tujuan untuk membesarkan ikan sidat sampai pada ukuran yang siap konsumsi yaitu ukurannya lebih dari 200 gram per ekor.
Untuk tempat pemeliharaannya bisa menggunakan kolam beton yang memiliki ukuran 2 x 5 x 1,8 m³ dengan jumlah air media sekitar 5 m³. Kolam pemeliharaannya sebaiknya dilengkapi dengan sistem aerasi dengan air yang mengalir. Air media yang digunakan bisa berasal dari tandon air sumur yang kemudian dialirkan ke dalam paralon yang menuju ke kolam pemeliharaan. Dianjurkan untuk volume pergantian airnya minimal lebih dari 300% tiap hari. Supaya suhu airnya tetap terjaga pada kisaran 29-31 °C, sebaiknya kolam pemeliharaan ditutup dengan terpal atau bisa menggunakan penutup anyaman bambu.
Waktu yang dibutuhkan dalam budidaya ikan sidat sampai siap untuk konsumsi sekitar kurang lebih 5 bulan, tergantung ukuran benih yang kita tabur. Misalnya ukuran benih 200 gram, untuk bisa menghasilkan panen ikan sidat berukuran 500 gram memerlukan waktu sekitar 5 bulan. Sebagai gambaran jika anda menaburkan 1 ton benih anda bisa menghasilkan panen sekitar 5 ton ikan sidat.

Masa pembesaran ikan sidat untuk mencapai bobot yang siap dipanen, kurang lebih sekitar 7 – 8 bulan. Dalam proses ini yang perlu kamu perhatikan adalah :

  • Pemberian pakan ikan sidat : Pakan ikan sidat berupa pelet dan pakan campuran. Pakan campuran dapat berupa campuran pakan udang, psp dan indofeed dicampurkan dengan vitamin c dan cmc. Dengan perbandingan 10 % : 45 % : 45 %. Pemberian makan sebaiknya dilakukan pada pukul 10.00 pagi sebanyak 40 % dan malam harinya pukul 20.00 sebanyak 60%.


  • Pengamatan bobot mingguan : Hal ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan ikan sidat. Ambil 5% ikan sidat sebagai sampel untuk diamati bobotnya. Jika bobotnya kurang kamu bisa mengejar ketinggalan bobot di minggu berikutnya.


  • Pengendalian penyakit : Kamu bisa melakukan pencegahan penyakit menyerang ikan sidat dengan cara menjaga kebersihan kolam dan pakan tambahan berupa probiotik.


Diperlukan keuletan da kesabaran dalam pembudidayaan. Dengan harga ikan sidat yang sangat tinggi, tentunya semua jerih payah kamu akan terbayarkan.

Sumber :

Cara Budidaya Ikan Sidat Agar Cepat Panen di https://rejekinomplok.net/budidaya-ikan-sidat/

Cara Praktis Budidaya Sidat Agar Keuntungan Fantastis di https://www.sipendik.com/cara-praktis-budidaya-sidat-agar-keuntungan-fantastis/




  
Pemanenan Ikan Sidat

Ukuran ikan sidat yang siap untuk dipanen adalah sekitar 180 – 200 gram /ekor. Ikan sidat pada ukuran ini telah siap untuk kamu jual di pasaran lokal. Cara pemanenan ikan sidat yaitu :

1.    Sehari sebelum dipanen kamu tidak perlu memberi makanan. Baru ketika hendak dipanen kamu berikan makan, ketika ikan sidat berebut makanan kamu akan mudah menangkapnya dengan jaring.

2.    Kemudian keringkan kolam dan giring ke arah bak penampungan.

3.    Pisahkan ikan sidat berdasarkan dengan ukurannya. Karena akan ada ikan sidat yang pertumbuhannya cepat dan ada juga yang pertumbuhannya lambat.

Letakan pada bak / penampungan yang berisi air dangkal dan telah dilengkapi dengan aerator


Selasa, 09 April 2019

Kultur Jentik Nyamuk Untuk Pakan Ikan Hias

Jentik Nyamuk Untuk Pakan Ikan Hias

Jentik nyamuk atau biasa disebut dengan ncuk merupakan larva dari nyamuk. Larva dari nyamuk ini sangat berguna sekali bagi pakan ikan kecil atau anakan ikan. Untuk mendapatkan jentik nyamuk Biasanya kita tinggal mencari di got-got atau selokan selokan dekat rumah biasanya jentik sangat banyak terdapat di genangan air air dan gratis lagi.
Jentik nyamuk yang oleh sebagian orang sangat dimusuhi karena merupakan sumber asal dari nyamuk yang dianggap sangat mengganggu dan berbahaya bagi kesehatan, tapi Bagi Para hobis Ikan Hias khususnya cupang mania (penggemar Ikan cupang) merupakan sumber pakan ikan hias yang sangat dicari. Bahkan karena sulitnya mencari jentik nyamuk di musim-musim tertentu, banyak para peternak ikan hias yang harus membudidayakan sendiri Jentik nyamuk ini. 

Nyamuk adalah serangga yang hidup di daratan dan memiliki sayap yang dapat terbang di udara. Ada beberapa jenis nyamuk yang kita kenal, diantaranya: nyamuk Anopheles (malaria), nyamuk Aedes (demam berdarah) dan nyamuk biasa (Cuylex).

Nyamuk lebih banyak hidup dan tumbuh berkembang di daerah yang beriklim panas, terutama tempat-tempat yang banyak genangan air dan bersemak, seperti selokan, kolam, rawa, tambak, dan got.

Nyamuk yang sering mmenghisap darah pada  tubuh kita ialah nyamuk yang berjeniskelamin betina, karena nyamuk jantan tidak menghisap darah manusia tetapi mereka lebih banyak mencari makanan dari buah atau tumbuh-tumbuhan dengan menghisap cairannya.

Nyamuk berkembang biak melalui proses perkawinan terlebih dahulu, biasanya nyamuk yang sudah memiliki cadangan makanan atau sesudah menghisap darah setelah  1 minggu nyamuk betina mulai bertelur.

Kemudian mereka mencari tempat seperti air-air yang menggenang untuk menyimpan telurnya, nyamuk meletakan telurnya di permukaan air yang banyak ditumbuhi tumbuhan atau kotoran yang mengapung.

Anak-anak nyamuk disebut jentik-jentik yang hidup di dalam air sebagai plankton sementara atau meroplankton. Pernapasan jentik nyamuk masih menggunakan oksigen dari udara yang diisap dengan trachea, mereka menghisap oksigen dengan cara menyembulkan bagian ekornya ke permukaan air.

Makanan nyamuk terdiri dari kotoran yang sedang membusuk di dalam air dan juga beberapa jenis jasad renik. Untuk menjadi dewasa, jentik-jentik nyamuk ini harus menjadi kepompong terlebih dahulu, lama proses kepompong antara 1-3 hari, setelah keluar dari kepompong baru jentik nyamuk menjadi nyamuk dewasa yang siap untuk menghisap.

Cara Kultur Jentik Nyamuk
Untuk mengkultur jentik nyamuk tidaklah sulit kita hanya memerlukan beberapa bahan dan alat untuk memulai mengkultur nya oke kecelakaan di kecil ikuti langkah berikut ini


Pembibitan Jentik Nyamuk

Pembibitan di dalam toples

  • Langkah pertama yang harus dilakukan untuk beternak jentik nyamuk adalah mebuat media tempat bertelur nyamuk dewasa dewasa. Keberhasilan dalam mengumpulkan telur nyamuk akan menentukan keberhasilan anda beternak jentik nyamuk untuk pakan ikan.
  • Sediakan wadah berbentuk ember dengan ukuran diameter 20 sampai 30 cm, semakin banyak wadah semakin baik.
  • Isi wadah tersebut dengan air cucian beras sebagai konsetrat awal
  • Simpan wadah di dearah gelap namun tidak begitu tertutup dan juga terbuka, perhatikan sebaiknya ditempat yang banyak nyamuk
  • Tunggu hingga 3 sampai 4 hari jika masih belum ada tanda-tanda nyamuk bertelu bis ajadi anda harus mengganti air atau memindahkan tempat wadah tersebut.
  • Wadah yang sudah berisi telur nyamuk akan tampak dengan telur yang mengapung dan berkumpul.
  • Jika sudha terjadi jangan pindahkan wadah akan tetapi tunggu sampai sampai terlur berubah menjadi jentik nyamuk, jika sudah tampak jentik nyamuk kemudian pindahkan dengan perlahan lalu tempatkan wadah baru agar siklus jentik nyamuk anda berkesinambungan.
Pemeliharaan Jentik Nyamuk
  • Pada kondisi air cucian beras, Jentik nyamuk tidak perlu di beri makan namun air tersebut diganti jika masa panen sudah tiba namun jika air yang digunakan adalah air biasa jentik nyamuk akan mebutuhkan makanan.
  • HIndair penggunaan wadah penetasan telur dari logam karena karat pada logam dapat berdampak pada ikan cupang atau ikan peliharaan anda.
  • Makananan jenitk nyamuk yang lain dapat diberikan melalui potongan daun segar yang diletakkan di air naun jumlahnya sedikit saja.


Ref:

Kamis, 04 April 2019

Pembenihan dan Pembesaran Ikan Baung


PENDAHULUAN

Baung adalah nama segolongan ikan yang termasuk kedalam marga Hemibagrus, suku Bagridae. Ikan yang menyebar luas di IndiaCina selatan dan Asia Tenggara ini juga dikenal dengan banyak nama daerah, seperti ikan duri, baong, baon, bawon, senggal atau singgah, tagih, niken, siken, tiken, tikenbato, dan lain-lain.
Ikan baung (Mystus nemurus) merupakan komoditas perikanan air tawar di Indonesia. Ikan ini telah berhasil dipijahkan secara buatan di BBAT Sukabumi sejak tahun 1998. Tekstur dagingnya berwarna putih, tebal dan tampa duri halus dalam dagingnya, sehingga sangat digemari masyarakat.
Sebelum produksi ikan baung umumnya berasal dari penangkapan di alam, sehingga hasilnya tidak menentu baik dari jumlah maupun ukurannya. Dengan diketahuinya teknik pemijahan ikan baung, diharapakan usaha pembudidayaannya akan berkembang sehingga produksinya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

SISTEMATIKA

Phylum Chordata, Kelas Pisces, Anak kelas Teleostei, Bangsa Ostariophysi, Anak Bangsa Siluridae, Suku Bagridae, Marga Mystus dan Jenis Mystus nemurus.
Ikan baung memiliki kumis  atau sungut yang mencapai mata, badanya tidak bersisik mempunyai sirip dada dan sirip lemak yang besar, serta mulutnya melengkung. Ikan baung berwarna coklat kehijauan, hidup di dasar perairan dan bersifat omnivora.
Di Jawa Barat ikan baung dikenal dengan nama tagih, senggal atau singah : Di Jawa tengah : Jakarta dan Malaysia, bawon ; Serawak, baon : Kalimantan Tengah, niken, siken, tiken, bato, baungputih, dan di Sumatra, baong.
Ciri-ciri induk Jantan dan betina ikan baung:
-       Induk betina :tubuh lebih pendek , mempunyai dua buah lubang kelamin yang bentuknyabulat.
-       Induk Jantan :Tubuh lebih panjang, mempunyai satu buah lubang kelamin yang bentuknya memanjang.

PEMBENIHAN


A. Pematangan Gonad

Pematangan gonad dilakukan di kolam beraliran air yang kontinyu dengan kepadatan 0,2 s/d 0,5 kg/m2. Setiap hari diber ipakan pellet sebanyak 3 s/d 4 % per hari dari berat tubuhnya.

B. Seleksi Induk

o  Seleksi induk bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan dipijahkan.
o  Induk betina ditandai dengan perutnya yang buncit dan lembut, bila diurut telur yang keluar bentuknya bulat utuh berwarna kecoklatan.
o  Induk jantan ditandai dengan warna tubuh dan alat kelaminnya agak kemerahan.
Pejatan Ikan Baung
(Induk Jantan Tubuh Terlihat Lebih Panjang)

Ikan Baung
(Induk Betina Tubuh Lebih Pendek dan Gemuk)


C. Penyuntikan

o  Induk betina disuntik dengan ovaprin sebanyak 0,6 ml/kg dan jantan dengan dua kali dengan selang waktu 12 jam. Setiap penyuntikan sebanyak ½ dosis total.
o  Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung

D. Pemijahan/Pengurutan

o  Apabila akan dipijahkan secara alami, induk jantan dan betina yang sudah disuntik disatukan didalam bak yang telah diberi ijuk dan biarkan memijah sendiri.
o  Apabila akan diurut, maka pengurutan akan dilakukan 6 s/d 8 jam setelah penyuntikan kedua.
o  Langkah pertama adalah menyiapkan sperma: ambilkan tong sperma dari induk jantan dengan membedah bagian perutnya, gunting kantong sperma dan keluarkan. Cairan sperma ditampung dalam gelas  yang sudah diisi NaCl 0,9 % sebanyak ½ bagiannya. Aduk hingga rata. Bila terlalu pekat, tambahkan NaCl sampai larutan berwarna putih susu agak encer.
o  Ambil induk betina yang akan dikeluarkan telurnya. Pijit bagian perut kearah lubang kelamin sampai telurnya keluar. Telur dimpung dalam mangkok plastik  yang bersih dan kering. Masukkan larutan sperma sedikit demi sedikit dan aduk sampai merata. Agar terjadi pembuahan, tambahkan air bersih dan aduklah sampai merata sehingga pembuahan dapat berlangsung dengan baik, untuk mencuci telur dari darah dan kotoran lainnya, tambahkan lagi air bersih kemudian dibuang. Lakukan pembilasan 2 s/d 3 kali agar bersih.
o  Telur yang sudah bersih dimasukkan dalam akuarium penetasan yang sudah diisi air. Cara memasukkan, telur diambil dengan bulu ayam, lalu sebarkan keseluruh permukaan akuarium sampai merata. Dalam 36 jam telur akan menetas dan larva yang dihasilkan dipindahkan ke akuarium pemeliharaan larva. Setelah berumur dua hari, larva diberimakan kutu air (Moina atau Daphnia) atau cacing sutra (Tubifex) yang telah dicincang. Setelah berumur 4 hari larva diberi makan cacing sutra hingga berumur tujuh hari.

E. Pendederan

o  Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva, yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir.
o  Pengapuran dilakukan dengan melarutkan kapur tohor kedalam tong, kemudian disebarkan keseluruh pematang dan dasar kolam. Dosisnya 50 gr/m2.
o  Pemupukan menggunakan kotoran ayam yang sudah dikeringkan dengan dosis 500 s/d 1.000 gr/m2. Kolam diisi air setinggi 40 cm dan setelah 3 hari disemprot dengan organophospat 4 ppm dan dibiarkan selama 4 hari.
o  Benih ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 ekor/m2.
o  Pendederan I dilakukan selama 14 hari, pendederan II dilakukan selama 30 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa tepung pellet sebanyak 0,75 gr/1.000 ekor.

PENYAKIT

Penyakit yang sering menyerang ikan baung adalah Ichthyop thirius multifiliis atau lebih dikenal dengan white spot (bintikputih). Pencegahan, dapat dilakukan dengan persiapan kolam yang baik, terutama pengeringan dan pengapuran. Pengobatan dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharan atau merendam ikan yang sakit kedalam larutan Oxytetracyclin 2 mg/liter.

 

CARA BUDIDAYA PEMBESARAN

Budidaya ikan baung dapat dilakukan di dalam keramba ataupun kolam. Budidaya ikan baung pada kolam air tenang juga telah lama dikenal dan dilakukan oleh petani Indonesia. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam usaha pembesaran ikan baung di kolam air tenang. Berikut panduan lengkap budidaya ikan baung.

1.      Pemilihan lokasi

Untuk menjalankan usaha budidaya ikan baung, pertama Anda perlu memilih lokasi yang strategis untuk tempat budidayanya. Lokasi untuk pembuatan kolam budidaya ikan baung pada kolam tanah air tenang ini tidak berbeda jauh dengan budidaya ikan jenis lainya. Tanah yang baik untuk kolam adalah tanah yang berstruktur kuat, dapat menahan air, subur, tidak berbatu-batu, sumber air sepanjang tahun tidak mudah kering pada saat musim kemarau, dan juga bebas dari pencemaran limbah dan bahan-bahan beracun.
Sifat fisika kimia air, seperti suhu air sebaiknya sebaiknya berkisar antara 26—30 °C, pH berkisar sekitar antara 4—9 ppm, kandungan oksigen terlarut minimal 1 mg/liter dan optimal adalah 5—6 ppm, dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.

2.      Konstruksi kolam

Bentuk kolam untuk budidaya ikan baung sebaiknya empat persegi panjang, bentuk pematang trapesium dengan kemiringan 1:1, dan bagian atas pematang ditanami tumbuhan air untuk menghindari erosi. Tinggi pematang berkisar antara 1,5—2 m yang dapat dibuat tanah atau temnbok.

3.      Persiapan Kolam
Sebelum dimanfaatkan untuk pembesaran ikan, kolam sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu kemudian diberi kapur CaCO3 dengan dosis 180—370 kg/ha/tahun untuk memusnahkan pemangsa dan binatang lain yang membahayakan ikan. Selain itu, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi keasaman tanah dan air kolam. Kolam dapat juga dipupuk dengan pupuk organik 1kg/m2/periode atau pupuk anorganik 1 gram/m2/periode.
Tinggi air pemeliharaan minimal 0,5 m dan debit air berkisar sekitar 10—15 liter/detik/ha. Sebelum air dimasukkan ke kolam pemeliharaan, pintu pemasukan air diberi saringan untuk menghindari hama dan kotoran yang masuk ke kolam budidaya.

4.      Penebaran benih

Penebaran benih dilakukan setelah air dibiarkan selama kurang lebih 1 bulan menggenang di dalam kolam budidaya. Adapun kedalaman air sebaiknya 50—80 cm. Benih yang ditebar berukuran 2—3 gram dengan kepadatan tebar 60—100 ekor/m2.


Referensi:

https://id.wikipedia.org/2018/06/wiki/Baunghttp://id.wikipedia.org/wiki/Baung
http://www.ilmuhewan.com/2018/06/cara-pembenihan-ikan-baung/

Selasa, 02 April 2019

Transportasi Benih Ikan





Pengangkutan (transportasi) benih ikan sangat perlu mendapat perhatian sehingga memerlukan pengetahuan tentang: kepadatan, kualitas benih, jumlah oksigen terlarut, teknik pemberian oksigen, teknik pemberian antibiotik, kualitas air (nilai pH, suhu, sifat fisik dan kimia), waktu pengiriman, jarak tempuh, dan perangkat yang dibutuhkan.
Hal ini terlebih lagi untuk pengangkutan benih jarak jauh dan dalam jumlah banyak, antara lain, kemampuan ikan dalam mengonsumsi O2 perlu dicermati. Biasanya, dasar yang digunakan untuk mengukur konsumsi ikan atas O2 selama pengangkutan adalah berat ikan dan suhu air.
Jumlah O2 yang dikonsumsi ikan tergantung jumlah oksigen yang tersedia. Jika kandungan O2 meningkat, ikan akan mengonsumsi O2pada kondisi stabil, sedangkan ketika kadar O2 menurun konsumsi ikan atas O2 akan lebih rendah.
Nilai pH, CO2, dan amoniak juga berpengaruh penting. Nilai pH air merupakan faktor kontrol yang bersifat teknis akibat perubahan kandungan CO2 dan amoniak. CO2 sebagai hasil respirasi ikan akan mengubah pH air menjadi asam. Perubahan pH menyebabkan ikan menjadi stres, dan cara menanggulanginya yaitu dengan menstabilkan kembali pH air selama pengangkutan dengan larutan bufer.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan pengangkutan benih ikan di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Jenis ikan
Hal ini disebabkan kebutuhan oksigen untuk setiap spesies ikan berbeda-beda. Misalnya antara ikan mas dan ikan lele.

2. Usia dan ukuran ikan
Semakin besar ukuran benih ikan, semakin besar pula kebutuhan oksigennya.

3. Resistensi ikan
Benih ikan yang diberi pakan buatan memiliki daya tahan lebih rentan dibandingkan dengan benih ikan yang diberi makanan alami.

4. Temperatur air
Pengangkutan benih ikan harus dilakukan dalam kondisi temperatur air normal atau lebih rendah. Pengangkutan benih ikan dalam temperatur air lebih rendah akan mengurangi respirasi ikan sehingga kandungan oksigen terlarut dalam air tinggi. Temperatur air yang tinggi akan mengurangi oksigen dalam air. Ikan adalah hewan berdarah dingin, sehingga tingkat metabolisme ikan dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Tingkat metabolisme ikan akan berlipat ganda untuk setiap kenaikan 18 derajat F dalam suhu dan dikurangi setengahnya untuk setiap penurunan 18 derajat F pada suhu. Tingkat metabolisme berkurang akan menurunkan konsumsi oksigen, produksi amonia dan produksi karbon dioksida. Oleh karena itu, sangat penting untuk transportasi ikan sebagai suhu rendah. Untuk spesies air dingin dan hangat suhu 55 derajat sampai 60 derajat F dianjurkan. Untuk spesies seperti nila dan merah suhu drum yang harus dekat dengan 60 derajat F. ikan air dingin, seperti trout, mendiami air dingin dan harus diangkut pada suhu lebih dingin, seperti 45 sampai 50 derajat F.
Untuk mencapai suhu yang diinginkan transportasi, ikan harus dilakukan di tangki air dingin. Dengan memegang ikan di tangki selama dua hari, suhu air dapat dikurangi secara bertahap dengan menambahkan air dingin. Setelah loading ikan ke dalam kantong, menurun akhir dan pemeliharaan suhu selama transportasi dapat dicapai dengan menambahkan es atau (lebih umum) gel packs.
Es atau gel kemasan sering digunakan selama transportasi, khususnya selama periode transportasi lagi yang mungkin memungkinkan peningkatan suhu. Satu-setengah pon es akan mengurangi suhu satu galon air sekitar 10 derajat F. Insulated kotak styrofoam pengiriman juga digunakan untuk mencegah suhu dari luar yang mempengaruhi suhu air transportasi. Dalam beberapa kasus, 20 sampai 40 liter pendingin yang digunakan untuk transportasi.

5. Lama waktu pengangkutan
Semakin dekat jarak tempuh, semakin besar tingkat hidup benih ikan yang dicapai.

6. Sistem pengangkutan
Semakin cepat dan mudah sistem pengangkutan yang digunakan, peluang mencapai keberhasilan dalam pengangkutan pun lebih besar.

7. Wadah pengangkutan
Wadah pengangkutan dapat berupa kantung plastik, blong/dirigen, bak (terbuat dari kaca, fiber atau logam), kreneng (terbuat dari anyaman bambu).

8. Alat (kendaraan) pengangkutan
Alat/kendaraan pengangkutan dapat berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, mobil, kereta api, kapal atau pesawat udara.

9. Pengemasan
Pengangkutan benih ikan biasa dilakukan dalam kemasan kantong plastik dengan kepadatan benih ikan berkisar 5.000-8.000 ekor untuk setiap 5-8 liter air. Sementara volume oksigen antara 15-20 liter. Pengemasan dipengaruhi oleh oksigen terlarut. Faktor tunggal yang paling penting dalam pengangkutan ikan adalah penyediaan konsentrasi oksigen yang cukup terlarut (DO). Pentingnya penyediaan tingkat yang memadai DO tidak bisa terlalu ditekankan. Kegagalan untuk melakukannya hasil sehingga dalam stress berat yang dapat berkontribusi untuk ikan membunuh dua sampai tiga hari setelah transportasi.
Jumlah oksigen yang dapat dilarutkan dalam air tawar didasarkan terutama pada suhu air. Air itu disebut sebagai 100 persen jenuh ketika tingkat kejenuhan atas tercapai. DO jenuh lebih tinggi untuk air dingin daripada air hangat. Misalnya, di permukaan laut DO kejenuhan air 45 derajat F adalah 12,1 bagian per juta (ppm) tapi pada 60 derajat F, saturasi adalah 10,0 ppm. Karena oksigen murni digunakan selama transportasi tas, Level DO dalam air akan jenuh dan tingkat oksigen yang rendah biasanya tidak akan menjadi masalah kecuali tas yang tidak benar tertutup atau mengembangkan lubang yang disebabkan oleh duri ikan besar. Sangat penting untuk memiliki volume 75 persen oksigen di dalam tas untuk memastikan difusi oksigen yang cukup di permukaan air.
Jumlah ion hidrogen (H +) dalam air akan menentukan apakah itu asam atau dasar. Skala untuk mengukur derajat keasaman disebut skala pH, yang berkisar dari 1 sampai 14. Nilai 7 dianggap netral, tidak asam atau dasar; nilai-nilai di bawah 7 dianggap asam; di atas 7 dasar. Kisaran yang dapat diterima untuk pertumbuhan ikan adalah antara pH 6,5 dan 9,0. PH air akan dipengaruhi oleh alkalinitas (kapasitas penyangga) dan jumlah karbon dioksida bebas. PH air transportasi juga akan mempengaruhi toksisitas amoniak. Bahkan di baik buffer pH transportasi air kadang-kadang akan berkurang sebesar satu unit pH.

 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan benih ikan adalah sebagai berikut:
a. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
b. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
c. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5.000-6.000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik adalah sebagai berikut
a) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
b) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
c) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen = 1:2);
d) kantong plastik lalu diikat.
e) kantong plastik dimasukkan ke dalam dus dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dus yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik dan temperaturnya tetap dipertahankan dengan kisaran 27-290C.



Sumber :
http://mediapenyuluhanperikananpati.blogspot.co.id/2013/10/teknik-pengangkutan-benih-ikan-yang-baik.html
http://wicaramina.blogspot.co.id/2016/11/transsportasi-benih-ikan.html