Selasa, 02 Desember 2025

Laporan Efektifitas Percontohan Penyuluhan

 

LAPORAN

EFEKTIFITAS PERCONTOHAN PENYULUHAN YANG DIANALISIS

 

 

 

 

 

 

  

I.       PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Kegiatan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) menjadi salah satu usaha perikanan air tawar yang berkembang pesat di Indonesia karena permintaan pasar yang tinggi dan kemampuan adaptasi ikan nila terhadap berbagai kondisi lingkungan. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya adalah tahap awal dalam proses penebaran benih, terutama aklimatisasi benih terhadap kondisi lingkungan perairan yang baru.

Permasalahan yang sering dijumpai di lapangan adalah tingginya angka kematian benih setelah penebaran akibat perbedaan suhu dan kualitas air antara wadah transportasi dan media budidaya. Oleh karena itu, diperlukan penerapan teknik aklimatisasi dan cara tebar benih yang tepat agar tingkat kelangsungan hidup benih meningkat.

B.       Tujuan

1.     Menganalisis efektivitas penerapan teknik aklimatisasi terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila.

2.   Mengevaluasi pengaruh cara penebaran benih terhadap kondisi kesehatan dan pertumbuhan awal ikan nila.

3.    Memberikan rekomendasi teknik aklimatisasi dan penebaran benih yang efisien untuk diterapkan pada kegiatan budidaya ikan.

C.      Inti Pokok Permasalahan

1.      Tingkat mortalitas benih tinggi akibat kurangnya penyesuaian suhu dan kualitas air.

2.   Kurangnya pemahaman pelaku budidaya mengenai teknik aklimatisasi dan cara penebaran yang benar.

D.      Hipotesis

Penerapan teknik aklimatisasi dan cara penebaran benih ikan nila yang benar dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih minimal 15–20% dibandingkan sebelum penerapan.

 

E.       Tinjauan Pustaka

Menurut Suharyanto et al. (2022), aklimatisasi benih ikan sebelum penebaran penting untuk mengurangi stres osmotik. Sementara itu, penelitian Rahmawati dan Aziz (2023) menunjukkan bahwa penebaran benih secara perlahan dengan perbedaan suhu tidak lebih dari 2°C meningkatkan survival rate hingga 95%.

 

II.                METODE KAJIAN

A.           Metode dan Pendekatan

Kajian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Analisis efektivitas dilakukan melalui perbandingan kondisi pra-penerapan dan pasca-penerapan teknik aklimatisasi dan penebaran benih.

B.     Lokasi dan Waktu

Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Berkah Bersama , Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin.
Waktu pelaksanaan: Agustus–Oktober 2025.

C.     Prosedur Kajian

  1.  Pra-penerapan: Pengamatan terhadap kebiasaan penebaran benih oleh pembudidaya ikan, termasuk cara adaptasi dan hasil survival rate. 
  2. Penerapan percontohan:
  • Aklimatisasi dilakukan dengan cara memasukkan kantong benih ke kolam selama 15–20 menit untuk menyesuaikan suhu.
  •  Air kolam secara perlahan dimasukkan ke kantong agar kualitas air seimbang.
  • Penebaran dilakukan perlahan agar benih tidak stres.
      3. Pasca-penerapan: Pengamatan tingkat kelangsungan hidup (survival rate), perilaku, dan  
          pertumbuhan awal benih.

 

 

III.             HASIL DAN PEMBAHASA



1.  Kondisi Eksisting (Pra Penerapan)

Sebelum dilakukan percontohan, petani melakukan penebaran benih secara langsung dari kantong plastik ke kolam tanpa proses aklimatisasi.
Hasil pengamatan menunjukkan:

  • Suhu air kantong: 26°C; suhu kolam: 30°C.
  • pH kolam: 7,4.
  • Survival rate hanya 72% setelah 7 hari penebaran.
  • Beberapa benih menunjukkan tanda stres seperti berenang tidak teratur dan kehilangan keseimbangan.

2. Kondisi Pasca Penerapan

Setelah dilakukan penerapan teknik aklimatisasi dan cara penebaran yang benar:

  • Suhu air disesuaikan bertahap hingga selisih <2°C.
  • Penebaran dilakukan perlahan dalam waktu 10–15 menit.
  • Tingkah laku ikan normal dan adaptif terhadap lingkungan baru  

3. Kondisi Pasca Penerapan

Hasil ini mendukung temuan Rahmawati dan Aziz (2023) bahwa adaptasi suhu dan kualitas air mampu menurunkan tingkat stres osmotik pada benih ikan. Teknik aklimatisasi yang sederhana tetapi terarah terbukti mudah diterapkan oleh pembudidaya kecil.
Selain itu, peningkatan efektivitas ini juga berdampak pada efisiensi biaya karena mengurangi kebutuhan penggantian benih

 

 v. KESIMPULAN DAN SARAN

 

Kesimpulan

  1. Teknik aklimatisasi dan cara penebaran benih yang benar berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila.
  2. Proses aklimatisasi yang sederhana dapat dengan mudah diterapkan oleh pembudidaya

Saran

  1. Diperlukan pelatihan rutin bagi kelompok pembudidaya untuk memperkuat pemahaman teknis tentang aklimatisasi dan penebaran benih. 
  2. Pemerintah daerah atau instansi terkait dapat menjadikan metode ini sebagai model percontohan berkelanjutan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 13 Maret 2022

SELEKSI INDUK IKAN MAS YANG TEPAT

 

A.      Pendahuluan

Untuk meningkatkan kualitas produksi benih ikan mas, perlu melakukan seleksi induk ikan mas. Induk ikan mas berkualitas di seleksi sejak dini tatkala masih calon induk. Calon induk ini, nampak terlihat sejak ikan berukuran benih. Pemilihan calon induk tеrѕеbut didasarkan pada ikan уаng pertumbuhannya lebih cepat dan memiliki morfologi normal serta ketahanannya terhadap serangan penyakit. Benih уаng ѕudаh terpilih dipelihara pada kolam уаng terpisah dаrі ikan lainnya. 


Selanjutnya calon induk ikan tеrѕеbut dipilih secara berthap, sehingga jumlah dan kualitas calon induk sesuai dеngаn уаng diinginkan. Hal уаng perlu diperhatikan dalam pemilihan calon induk ikan аdаlаh аntаrа calon induk betina dеngаn calon induk jantan tіdаk boleh berasal dаrі satuketurunan.

 B.       Ciri-ciri calon induk ikan mas уаng baik:

·         Dalam keadaan sehat dan tіdаk cacat

·         Memiliki sisik уаng tersebar teratur dan berukuran relatif besar

·         Pada bagian tubuh tіdаk terdapat luka

·         Pangkal ekor relatif lebar dan tеrlіhаt kokoh

·         Tubuh relatif panjang

·         Perut relatif lebar dan datar

·         Tubuh tіdаk keas dan tіdаk lembek

·         Kepala relatif kecil

·         Punggung relatif tinggi

Untuk memperoleh calon induk ikan mas, seleksi dilakukan sejak ikan mаѕіh berukuran 5-8 cm atau 8-12 cm. Calon induk уаng dipelihara tеrѕеbut dipelihara secara terpisah dаrі ikan mas lainnya. Selanjutnya, ѕеtеlаh ikan cukup besar dilakukan seleksi lаgі bеrdаѕаrkаn ciri-ciri sekunder.

Ciri-ciri induk ikan mas уаng baik

a. Jantan

  • Sehat dan tіdаk terdapat cacat
  • Sisik teratur
  • Gerakan lincah
  • Lubang kelamin tіdаk menonjol

b. Betina

  • Kepala relatif kecil dan bentuknya agak meruncing
  • Badan tebal dan berpunggung tingi
  • Sisik teratur rapi
  • Sirip dada halus
  • Batang ekor lebar dеngаn sirip ekor lebih terbuka

Memilih induk ikan yang baik bukanlah pekerjaan mudah. Ikan yang berukuran paling besar belum tentu termasuk ikan yang pertumbuhannya paling cepat di dalam populasi tersebut. Hal ini terutama terjadi pada populasi calon induk yang mengalami penebaran dan pemanenan sampai beberapa kali.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan induk yang baik sebagai berikut

Pemilihan calon induk dilakukan saat ikan masih burayak atau seukuran jari. Hal ini akan menjamin diperolehnya ikan-ikan yang baik untuk dibenihkan. Calon induk yang telah terpilih kemudian diberi tanda, misalnya pemotongan sirip atau pemasangan antingIkan yang sudah diberi tanda tersebut dapat dicampur dengan ikan lain.

  • Menghindari terjadinya kawin silang dalam, yakni perkawinan ikan yang terjadi antarkerabat dekat. Kawin silang dalam akan menurunkan kecepatan pertumbuhan keturunan sampai 20%, menurunkan tingkat keberhasilan pembenihan, dan menurunkan resistensi (ketahanan) terhadap serangan penyakit. Perkawinan ikan antarsaudara misan juga akan menurunkan pertumbuhan sekitar 5% pada setiap generasi. Kawin silang dalam kemungkinan besar terjadi jika induk ikan itu digunakan berulang-ulang selama beberapa tahun sehingga keturunannya dapat kawin dengan biangnya.
  • Unit pembenihan minimal menggunakan induk sebanyak 30 ekor. Jumlah keseluruhan induk menggunakan perbandingan 3 jantan : 1 betina atau 3 jantan : 2 betina. Jika populasi induk seperti di atas, pemijahan dapat berlangsung sepanjang musim. Pemijahan hendaknya menggunakan stok induk hasil pemijahan yang berbeda untuk menghindari terjadinya kawin silang dalam.
  • Generasi-generasi calon induk hendaknya dipelihara secara terpisah untuk menghindari terjadinya pemijahan antara induk dan turunannya. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas genetis induk.
  • Menggunakan ras atau strain unggul dari petani atau Balai Benih Ikan setempat. Ras ikan yang tahan penyakit dan memiliki produktivitas tinggi dapat tersedia dari program-program penelitian genetik perikanan. Apabila ras-ras ikan tersebut dapat dibuktikan keunggulannya, dengan sendirinya dapat dikembangkan di masyarakat petani ikan.  Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan atau pemeliharaan induk 


Senin, 13 Januari 2020

DESA PARANDAKAN KEMBANGKAN BUDIDAYA BETOK DAN GURAME DI KOLAM TERPAL

Desa Parandakan Kecamatan Lokapaikat, talah mengembangkan budidaya ikan betok atau papuyu (Anabas testudeneus), Ikan Gurame dan Ikan Patin di kolam terpal. Media budidaya mengguanakan terpal berukuran 3 meter sebanyak 4 buah. 2 buah kolam berisi ikan betok masing-masing 3000 dan 4000 ekor. 1 buah berisi ikan gurame dan patin, masing-masing 200 dan 300 ekor. sedangkan sisanya masih kosong dan rencananya akan diisi benih ikan nila merah.

Diterangkan oleh ketua Kelompok Muhammad Adi, bahwa mereka merupakan pembudidaya pemula dan baru mencoba budidaya di kolam terpal, mereka tertarik karena di desa tetangga sudah ada yang lebih dulu mengembangkan budidaya ikan di kolam terpal dan berhasil. Oleh sebab itulah mereka termotivasi untuk mengembangkan budidaya ikan di kolam terpal sistem bioflok.

Kolam Bundara Budidaya SIstem Bioflok
Karena termasuk pembudidaya pemula, tentunya mereka masih belum banyak mengetahui hal tekanis budidaya ikan di kolam terpal seperti penanganan penyakit. Pada tahap awal pemeliharaan, terjadi kematian pada benih ikan patin. ikan patin yang ditebar 1000 ekor terserang penyakit bakteri hingga terjadi kematian mencapai 80 %. Untuk itu, menurut ketua kelompok, mereka akan mengudang Dinas Perikanan Kabupaten Tapin untuk melakukan pembinaan melalui pelatihan teknis budidaya ikan di kolam terpal.

Selasa, 16 Juli 2019

MENGENAL JENIS IKAN CUPANG

Jenis Ikan Cupang yang Mahal
Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Jenis ikan cupang

Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal dua macam ikan cupang, yakni cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.

Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifitasnya. Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Namun tidak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendensBetta stiktosBetta mahachaiBetta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut.

Klasifikasi ilmiah ikan Cupang
Ikan Cupang Akarensis
Ikan Cupang Akarensis
Ikan Cupang Coccina
Ikan Cupang Smaragdina
Ikan Cupang Imbellis
Ikan Cupang Imbellis
Ikan Cupang Splendess

Dalam klasifikasi ilmiah, ikan Cupang termasuk dalam keluarga Osphronemidae, genus Betta, spesies Betta sp. Menurut Fish Identification, hingga saat ini telah diketahui 73 spesies ikan Cupang yang terdapat di alam. Spesies-spesies tersebut dikelompokkan ke dalam kompleks. Pengelompokkan ini dibuat untuk tujuan konservasi, kemudahan budidaya dan penyilangan (breeding).
Saat ini terdapat lebih dari 13 kompleks ikan Cupang, yang paling populer adalah Splendens complex. Antar spesies dalam satu kompleks biasanya bisa disilangkan. Splendens complex terdiri dari lima spesies, di antaranya Betta stiktosBetta mahachaiBetta smaragdinaBetta imbellis, dan Betta splendens itu sendiri.
Kebanyakan ikan Cupang yang dijual di pasaran berasal dari kelompok Splendens complex. Jenis yang paling populer adalah Betta splendens atau sering juga disebut sebagai Siamese fighting fishalias ikan petarung dari Siam. Beberapa silangan dari Betta splendens menghasilkan jenis-jenis ikan Cupang yang menarik. Populasi ikan Cupang di Indonesia cukup berkembang pesat, terbukti dengan adanya kontes Masyarakat Cupang Hias Indonesia (MCHI) beberapa waktu lalu. Melalui kontes tersebut, munculah beberapa jenis ikan Cupang yang tersebar di Indonesia.
CUPANG ADUAN

Plakat (Petarung) si kekar yang sangar

Jenis Ikan Cupang yang Mahal
Plakat (Petarung)

Ikan Cupang satu ini berasal dari Thailand, nama Plakat sendiri adalah bahasa Thailand yang artinya petarung. Ikan ini biasa dijadikan ikan Cupang aduan. Sirip dan ekor Cupang Plakat biasanya pendek tidak menjumbai seperti Crown Tail dan Halfmoon. Karena pendek, sirip tersebut memberikan kesan kokoh dan kekar. Gerakan ikan Cupang Plakat tidak terlalu anggun tapi terlihat lebih sangar.
Ikan Cupang Akarensis


Jenis ikan cupang akarensis ini merupakan salah satu jenis dari ikan cupang petarung. Ikan cupang ini sendiri juga sering disebut sebagai ikan cupang sarawak atau sarawak betta.
Untuk ciri fisik dari ikan ini sangatlah unik, di mana terdapat sirip pada bagian analnya yang berwarna kuning transaparan dan dihiasi dengan warna hitam pada sisi-sisinya.
ikan cupang Coccina

Ikan cupang coccina ini juga termasuk jenis dari ikan cupang petarung, di mana ikan ini sering dikenal sebagai Clorat’s Betta.
Ikan ini mempunyai bentuk tubuh silinder, dengan mempunyai warna merah tua dari kepala sampai ekor.
Bagian kepala ikan cupang coccina berbentuk bulat panjang dengan warna perak kekuningan. Untuk bagian sirip pada ikan ini berwarna merah transparan, di mana ikan ini hanya dapat mencapai ukuran 7 cm. Ikan ini juga dikenal dengan nama Cupang Belgi Bangkok di pasaran.
ikan cupang Smaragdina
Jenis ikan cupang petarung selanjutnya adalah Ikan Cupang Smaragdin yang juga dikenal sebagai Emerald Betta.
Bentuk tubuh dari ikan cupang ini pipih dengan kombinasi warna hijau hitam. Kepalanya berbentuk bulat pendek berwarna hitam legam dengan sirip pada bagian insangnya berwarna hitam transparan.
Tetapi sirip pada bagian bawahnya tidak sama dengan ikan cupang jenis lainnya, di mana ukurannya lebih pendek dengan mempunyai warna hitam transparan dan ujungnya berwarna putih.
Untuk sirip pada bagian ekor dan perutnya mempunyai berwarna hijau tua kehitaman dengan totol-totol hitam. Ukuran dari ikan cupang smaragdina hanya bisa mencapai panjang 6 cm. Ikan cupang ini dijual dengan nama Cupang Adu Belgi Singapura di pasaran.

Jenis ikan cupang Imbellis ini dikenal dengan nama lain yaitu Sluger’s Betta. Ikan cupang ini mempunyai bentuk tubuh silinder dengan warna hijau tua dan biru tua metalik.
Kepalanya berbentuk bulat panjang,  di mana ikan ini sendiri dapat mencapai ukuran 5 cm. Jika Anda ingin membeli ikan ini biasanya Anda dapat menyebutnya Cupang Adu Singapura.
Siamase Fighting Fish

Untuk ikan cupang ini juga mempunyai nama lain, yaitu Siamase Fighting Fish. Ikan cupang Splendess ini sendiri merupakan awal mula adanya ikan cupang adu yang saat ini telah tersebar di pasaran.
Bentuknya tubuhnya pipih dengan kepalanya yang terlihat bulat pendek. Ikan cupang jenis ini hanya dapat mencapai ukuran hanya 6 cm.
Ikan ini sendiri juga dikenal sebagai ikan cupang bangkok. Ikan cupang ini sendiri dapat dikatakan sebagai salah satu jenis dari ikan cupang yang populer dan hingga saat ini masih menjadi primadona ikan cupang adu.

CUPANG HIAS

1. Halfmoon (Bulan Sepotong) ikan indah yang menarik

Gambar Ikan Cupang Halfmoon
Halfmoon (Bulan Sepotong) 

Seperti namanya, ikan Cupang jenis Halfmoon ini memiliki ekor setengah lingkaran. Bentuk setengah bulan akan terlihat bila kita melihatnya dari samping. Ikan Cupang jenis ini memiliki keindahan yang menarik, sehingga para breeder memelihara ikan jenis ini sebagai ikan hias karena memiliki warna merah menyala, kuning menyala, dan warna lainnya yang khas.
2. Ikan Cupang Crown Tail (Serit) asli dari Indonesia


Crown Tail (Serit)

Ikan Cupang jenis ini dinamai demikian karena memiliki ekor yang menyerupai mahkota ketika dibalik menghadap ke atas. Ikan Cupang satu ini adalah asli dari Indonesia, dikembangbiakkan oleh para breeder di daerah Slipi Jakarta. Jenis ikan Cupang serit memiliki banyak varian. Ada yang seritnya tunggal, di mana dalam setiap serit hanya terdapat satu tulang sirip. Ada juga yang berserit dua atau serit ganda. Keindahan ikan Cupang serit sudah diakui dunia dan dipertandingkan di International Betta Congress (IBC).

3. Ikan Cupang yang punya ekor terbelah dua? Namanya Double Tail (Cagak)

Double Tail (Cagak) 

Ikan Cupang jenis ini dinamai Double Tail karena ekornya terbelah dua. Ikan ini sangat jarang dijumpai, karena pengembangbiakannya masih cukup sulit. Namun demikian, ikan ini sangat cantik kan?
6. Giant (Raksasa); ikan Cupang yang lebih besar dari jenis ikan Cupang lainnya

Giant (Raksasa) 

Ikan Cupang raksasa ini berhasil dikembangkan breeder dari Thailand. Ukuran terbesarnya mencapai 12 cm, jauh lebih besar dari jenis ikan Cupang lainnya. Cupang raksasa ini dikembangkan dari Cupang Plakat, yang disilangkan dengan Cupang lainnya. Saat ini, terdapat berbagai jenis ikan Cupang raksasa, di antaranya Halfmoon giant, Double Tail giant, dan Crown Tail giant. Saat ini sudah banyak budidaya atau pembenihan ikan Cupang di tanah air yang tak kalah menarik dan bukan tidak mungkin akan menghasilkan spesies baru ikan Cupang.

SUMBER :
https://okdogi.com/jenis-ikan-cupang/

Selasa, 09 Juli 2019

PEMBENIHAN IKAN GUPPY

Hasil gambar untuk ikan guppy
Ikan Guppy

Ikan guppy merupakan salah satu ikan dengan penampilan yang lucu dan menarik. Selain itu ikan jenis ini juga mudah sekali dikembangbiakkan dan pemeliharaannya pun tidak begitu rumit. Jika kalian tertarik dengan pengembangbiakan ikan guppy ini, sebaiknya belajar terlebih dahulu tentang berbagai hal penting yang memang bisa memberikan kalian banyak manfaat tentunya seperti masalah perawatan induk misalnya. Meskipun gampang, namun tanpa cara yang tepat, hasilnya tidak akan semaksimal yang diharapkan.

Memilih Induk Guppy
Pemilihan induk ikan guppy ini sangat berguna sekali untuk dilakukan karena memang dibutuhkan indukan yang bagus agar hasilnya pun bagus. Untuk memudahkan pemilihan, ada beberapa ciri yang bisa diketahui. Ikan guppy jantan berwarna tajam dan juga memiliki tubuh yang ramping. Untuk ikan guppy betina sendiri memiliki tubuh yang pendek dan gemuk serta warna pada tubuhnya biasanya berwarna buram. Nah setelah pemilihan induk, selanjutnya adalah pemijahan.

 Pemilihan induk Jantan dan Betina.


Hasil gambar untuk ikan guppy jantan dan betina
Guppy Jantan dan Betina


Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam budidaya ikan guppy tentu saja sepasang guppy yang akan dijadikan indukan. Untuk membedakan antara ikan jantan dan betina cukup mudah, pada ikan jantan tubuh cenderung lebih kecil dan ramping serta warna pada ikan jantan lebih cerah dan berwarna, selain itu sirip pada ikan jantan juga lebih lebar. Sedangkan pada ikan betina warna tubuh lebih polos dan memiliki tubuh yang bulat dan besar, untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar diatas.
  • Pilih indukan yang berumur 4-6 bulan agar keberhasilan dan tingkat kesuksesan semakin tinggi.
  • Pilih betina yang sudah matang dan siap untuk dipijah dengan ciri tubuh yang bulat berisi telur, dan memiliki titik hitam (gravid spot) di perut bagian belakang.
  • Untuk ikan jantan pilihlah ikan yang memiliki warna cerah dan bentuk tubuh yang bagus.


Pemisahan indukan

Sebelum dipijahkan, indukan jantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu. Ikan guppy jantan dan betina ditempatkan pada wadah yang terpisah. Wadah diisi dengan air bersih dan diganti setiap 1-3 hari sekali. Pergantian air tidak perlu semua, cukup mengeluarkan sepertiga air dan menambahkannya dengan air baru.
Berbeda dengan proses pemberokan pada umumnya, pemisahan ini dilakukan dengan tetap memberi makan. Berikan makanan berupa daphnia atau moina sebanyak 2 hari sekali. Hal ini berguna agar indukan fit ketika dalam proses pemijahan.

Wadah Pemijahan.

Gambar
Wadah Pemliharaan

Untuk memijahkan guppy tidak diperlukan wadah yang besar, wadah dapat berupa kolam, aquarium, baskom atau ember. Untuk 50 liter air dapat diisi 6-10 ekor indukan dengan komposisi 1 jantan 5 betina. Letakan tempat pemijahan di tempat yang tenang dan minim gangguan.
  • Untuk keberhasilan pemijahan lebih besar bisa menggunakan komposisi 1 jantan 2 betina (trio).
  • Bila ada wadah pemijahan dapat diberikan tanaman air.


Proses Pemijahan
Yang pertama kali dilakukan saat akan memulai pemijahan adalah dengan mempersiapkan wadah atau disebut kolam pemijahan. Biasanya bisa berupa bak tembok atau bak plastik yang memiliki ukuran 1 x 1 x 0,5 m dengan aerasi lemah. Untuk air sendiri biasanya memiliki pH sekitar 6-7 dan dengan rata-rata suhu 24-28 derajat celsius. Siapkan juga substrat atau kekaban yang berguna untuk tempat menempel telur serta tempat dimana ikan jantan dan betina akan bercumbu.
Setelah proses persiapan yang selanjutnya adalah proses pemijahan yakni dengan rasio jantan dan betina sebesar 1:2 dan dilakukan secara massal. Setiap 50 liter air, masukkan 15 ekor indukan dan begitu kelipatannya. Perhatikan saja apakan guppy jantan dan betina sudah siap memijah, karena biasanya pemijahan bisa dilihat dengan jelas, yakni biasanya guppy jantan akan mengejar-ngejar. Guppy betina dan juga menanduk-nanduk bagian anus si betina, jantan juga sering kali menempelkan tubuhnya ke tubuh betina.
Setelah terjadi pemijahan maka telur akan muncul dan lalu diteruskan dengan penetasan. Setelah itu maka akan muncul larva-larva baru. Nah setelah 4-7 hari anak-anak ikan guppy biasa berenang di permukaan air. Nah jika sudah begitu pisahkan saja dari induknya dan hal selanjutnya yang harus dilakukan ialah perawatan telur dan larva serta anakan dengan menjaga kebersihan kolam penetasan dan pemeliharaan guppy agar terhindar dari serangan penyakit.

Merawat Telur, Larva Dan Anak Guppy

Kebersihan kolam perawatan anak guppy sangat harus diperhatikan. Serangan jamur biasa ditemui dan ini menjadi salah satu kendala dalam melakukan pembenihan guppy. Nah untuk bisa menghindarkan anak-anak guppy ini dari serangan jamur, pilih saja media pemeliharaan telur dengan melarutkan MGO dan juga MB pada air dimana telur tersebut akan ditetaskan. Biasanya setiap induk akan menghasilkan 10-50 ekor dan setelah siap, anak-anak guppy tersebut bisa dipindahkan ke wadah lain yang sudah kalian siapkan sebelumnya.
Pemberian pakan bisa diberikan saat umur 5-7 hari dan biasanya berupa infusoria. Dalam wadah juga diperlukan tanaman air seperti enceng gondok untuk melindungi anak ikan. Nah dengan proses-proses tersebut dan melakukannya dengan benar maka hasilnya akan sangat baik dan juga sangat berguna pastinya untuk menghasilkan benih baru ikan guppy.

Penetasan benih

Wadah penetasan diisi air bersih bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi jangan terlalu kuat agar tidak menganggu larva ikan. Kualitas air harus terus dipertahankan dengan cara mengganti sepertiga air dengan air baru setiap 1-3 hari sekali. Pemberian pakan untuk induk setiap 2 hari sekali berupa daphnia atau moina.
Ikan guppy merupakan ikan yang melahirkan. Embrio tumbuh di dalam perut hingga siap untuk dilahirkan. Lama kehamilan, terhitung mulai dari pemijahan hingga kelahiran berlangsung 3-4 minggu.
Ciri-ciri ikan guppy yang hamil bisa dilihat setelah 2 minggu sejak pemijahan. Tandanya ada area gelap di bagian bawah anus (bercak kelahiran) dan perutnya sedikit mengembung. Apabila tidak ada ciri-ciri hamil, ambil indukan untuk dipijahkan kembali.
Ikan guppy betina mempunyai kemampuan menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehingga si betina bisa hamil hingga 1-3 kali dalam satu kali pembuahan. Waktu yang diperlukan dari kehamilan pertama ke kehamilan berikutnya sekitar 1-5 minggu.
Dalam satu kelahiran, ikan guppy bisa menghasilkan 30-100 anakan. Anak ikan tersebut harus segera dipindahkan ke tempat pendederan. Bila tidak, bisa-bisa menjadi santapan induk yang kelaparan.

Pendederan benih

Kolam pendederan sebaiknya ditempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari diperlukan untuk membentuk warna yang cemerlang pada tubuh ikan guppy. Biasanya para pembudidaya menggunakan bak semen berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pendederan.
Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk tempat berteduh. Berikan aerasi pada kolam pendederan. Isi kolam dengan air setinggi 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali.
Pakan yang bisa diberikan untuk anak ikan berumur hingga 5 hari adalah infusoria. Setelah itu, anak ikan bisa diberi artemia (udang renik) atau kutu air (daphnia dan moina) yang sudah disaring. Setelah lewat 20 hari, baru bisa diberikan kutu air tanpa disaring atau cacing sutera.
Ikan yang telah berumur 20 hari sudah bisa dipilah antara jantan dan betina. Hanya ikan jantan yang laku sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina digunakan sebagai indukan dan sisanya terkadang dibuang. Ikan guppy bisa dikatakan dewasa dan bisa bersaing dengan kawanannya setelah berumur satu bulan.
Kesuksesan budidaya ikan guppy ditentukan dengan banyaknya kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan jantan yang diminati sebagai ikan hias akuarium. Ikan jantan memiliki sirip yang lebar dan warna -warna atraktif. 




SUMBER :